Senin, 23 Juli 2012

Luka itu begitu sempurna


Aku tak pernah menyangka kejadian traumatis ini bakalan terjadi untuk kedua kalinya ! ya kedua kalinya !. untuk kedua kalinya aku dijodoh-jodohkan oleh ummahat dan hasilnya nol besar !

Ya Rabbi sungguh hati ini sangat trauma rasanya ingin sekali menjerittt menjerittt dan meneteskan air mata hingga tetesan air mata terakhir.. Ya Rabbi aku merasa sangat perih,hatiku seperti tergores luka yang dalam untuk kedua kalinya untuk setiap harapanku untuk mendapatkan sesuatu yang halal.. Ya Rabbi mungkin Dosaku terlalu berlimpah Ya Rabbi mungkin kini aku sedang Engkau latiih dalam kesabaran dalam kekuatan dalam setiap cobaan.. Ya Rabbi.. kini aku saagat sedang merrasa sempit seperti dihimpit batuan terjal dari berbagai arah dari berbagai sisi dan dari bagi penjuru.. aku tak tahu mesti berkata apalagi?
Kejadian perjodohan pertama itu kandas dengan menyedihkan tak berujung tak jelas,hingga aku putus asa hingga hatiku membisu dan membeku. Ibunya sendiri yang memintaku menjadi menantunya "nanti tahun 2012 siap-siap yaa.." ucap wanita berjilbab lebar itu padaku, hubungan kami semakin hari semakin seperti ibu dan anak setiap liburan bahkan aku sempat diajaknya ke kampung halamannya untuk diperkenalkan kepada keluarga besarnya. Hingga hatiku merasa terhanyut seperti dibawa arus tepi pantai yang begitu lembut, aku seperti benar-benar akan diangkat menjadi menantunya. Tapi setelah 1 tahun aku menunggunya, menunggu dia lelaki itu untuk benar-benar datang ke rumahku,untuk memintku ke hadapan orang tuaku. seperti yang ibunya telah ucapkan padaku. Tapi, kehendak Allah berkata lain tiba-tiba semuanya berubah semuanya terungkap bahwa dia bukanlah lelaki baik-baik. Dan rasa sakitku ketika menunggunya, ketika mengharapkannya itu salah ! salah besar ! seharusnya aku tak berharap kepada dia ! tak berharap kepada lelaki itu ! tapi seharusnya aku berharap kepada-Nya kepada yang Maha Berkehendak, yang Maha Memboalk-balikan hati...
tak terasa kejadian perih itu telah berlalu 1,5 th. yang lalu ! dan aku,masih sedikit tergores karena itu hingga bebal rasanya bila melihat namanya,ataupun salah satu kerabatnya hinggap dan sempat kutemui di jejaring sosial.
Dan kini di tahun 2012 setelah rasa sakit itu hilang setelah mimpi-mimpi baru telah kurajut asti setelah impian dan harapan sedang kuukir dengan baru, ketika kelulusan masa-masa SMA telah membuat ku melupakankejadian miris itu ! (bagiku). Hinggaplah masalah dan cobaan baru yang Allah hadiahka padaku. Ketika semua mimpi baruku sedang ku ukir, ada seorang ummahat yang memberikan ku tawaran untuk mengenalkan ku dengan seorang ikhwan,sudah mengaji insyaAllah.. ucapnya padaku,dia tema suaminya semasa kuliah,sudah maisyah insyaAllah,dan umurku sesuai dengan kriteria dalam rajutan mimpiku saat ini. seakan tawara ini datang begitu tepat pada waktunya.. Aku sangaaaaaaaaaaaattt bahagia seperti kejatuhan duren disaat menjelang berbuka puasa secara cuma-cuma. Aku bilang pada orang tuaku, dan mereka pun terlihat begitu bahagia, dan berkata "semoga ini yang lebih baik dari kemarin ya sayang.. " dan dalam hatiku meng amini. akhirnyya aku meng iyakan untuk melalui proses perkenalan pertukaran biodata. 1 minggu aku tunggu terus ku cek inbox di emailku, hampir dua minggu e-mail pun tak kunjung datang hingga akhirnya,ummahat tersebut berkata "dek,emailnya sudah dia kirim. apakah sudah sampai?" "belum ummu" "tapi ke email suaminku sudah masuk ya dek?, gimana kalo besok di bawa ambil aja copiannya di rumah,biar suamiku download dulu?". Dalam hati aku pun bertanya-tanya mengapa begini? mana mungkin tak masuk sepertinya hal tersebut sedikit mustahil????? Wallahu'alam.. akhirnya akupun datang kerumahnya untuk mengambil biodatanya. "kubaca-kubaca, apa yang ada dalam biodatanya tersebut sangat sesuai dengan rajutan-rajutan impianku saat ini,hingga rasanya aku sangat bahagiaaaa... MasyaAllah.. aku menangis dalam sujudku bersyukur dan memohon agar Allah berikan yang terbaik.... akhirnya akupun membalas biodataku untuk dikirimkan padanya. 1 minggu aku menunggu dan Di tengah-tengah lika-liku ini, aku bertemu seorang ummahat lagi, beliau adalah ibu dari adik kelasku yang kakaknya itu sering disebut-sebut oleh ustadz sebagai ikhwan yang rajin dan teladan. Qadarullah, saat beliau main ke rumahku dan aku sedang tidak dirumah beliau bilang ke ibuku "um,gimana kalo kita besanan yaa?". MasyaAllah saat itu aku seperti diberi dua kebahagiaan. Namun aku teringat kejadian 1,5 th. yang lalu, dan aku tak ingin kecewa karena ku pikir yang ngomong kan ibunya bukan anaknya dan aku memilih untuk fokus kepada akhi 'z' . Dan  tadi siang aku mampir ke rumah ummahat tersebut untuk mengambil sebuah titipan (mungkin sekalian untuk membicarakan hal ini) "dek,maaf ya.. soal akhi 'z' mungkin belum jodohnya,sabar yaa.. maklum dia baru ngaji sekarang-sekarang ini. waktu kuliah dia belum begitu aktif,maaf ya dek belum mau lanjut" "iya um gapapa kok.." Dalam hati kucoba untuk tegar, kucoba untuk tak menangis namun apalah daya dan upaya .. aku hanya seorang manusia yang hatinya mudah terbolak-balik.. kini rasanya aku sudah terlalu trauma... trauma dengan ikhwan ! aku sangat trauma.... Ya rabbi jangan biarkan aku trauma hingga tak mau menyempurnakan agamaku Ya Rabbi..


#kisah seorang sahabatku di bukit terjal sang pemimpi,
Senin, 23 Juli 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar