Bersama Ustadz Nana Hafidzhohullah
Masjid Darul Falah. Senin, 23 Januari 2012
membahas kitab : كتاب العلم (Al-kitabu Al-i'lmi)
Karangan : Syaikh Muhammad bin Sholih Al-utsaimin
Adab Menuntut Ilmu
Pentingnya mempelajari kitab ini adalah karena orang yang belajar tanpa di awali dengan adab maka Ilmunya Tidak akan Bermanfaat.
Dari Syaikh bin Jamil :
Ciri-ciri Ilmu yang tidak bermanfaat :
1. Yang tidak di amalkan
2. Yang tidak di ajarkan
3. Tidak dapat merubah akhlak yang jelek
Rasulullah Berlindung dari :
اللَّهُمَّ إِنِّـي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لاَ يَنْفَعُ، وَمِنْ
قَلْبٍ لاَ يـَخْشَعُ، وَمِنْ نَفْسٍ لاَ تَشْبَعُ، وَمِنْ دَعْوَةٍ لاَ
يُسْتَجَابُ لَهَا
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak
bermanfaat, dari hati yang tidak khusyu’, dari nafsu yang tidak pernah
puas/cukup, dan dari doa yang tidak dikabulkan.” (HR. Muslim, Ahmad dan
An-Nasa’i dari Zaid bin Arqam)
1. Ikhlash & Niat karena Allah Azza wa Jalla ,harus yakin karena Allah. Semakin yakin dan ikhlas karenaNya maka akan semakin ringan pekerjaan yang dilakukan. InsyaAllah..
Ancaman untuk yang menuntut ilmu bukan karena Allah :
" Barangsiapa yang belajar tentang 1 ilmu karena Allah. Akan tetapi ia mempunyai tujuan karena mencari bagian dari dunia. Maka ia tidak akan dapat mencium bau surga."
(HR. Ibnu Majah)
“Sesungguhnya manusia yang pertama kali diadili pada hari Kiamat (ada tiga);
Dari Abū Hurairah, Nabi ` bersabda,
إنَّ أَوَّلَ النَّاسِ يُقْضَىٰ
يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَيْهِ، رَجُلٌ اسْتُشْهِدَ. فَأُتِيَ بِهِ
فَعَرَّفَهُ نِعَمَهُ فَعَرَفَهَا. قَالَ: فَمَا عَمِلْتَ فِيهَا؟ قَالَ:
قَاتَلْتُ فِيكَ حَتَّىٰ اسْتُشْهِدْتُ. قَالَ: كَذَبْتَ. وَلكِنَّكَ قَاتَلْتَ لأَنْ يُقَالَ جَرِيءٌ. فَقَدْ قِيلَ. ثُمَّ أُمِرَ بِهِ فَسُحِبَ عَلَىٰ وَجْهِهِ حَتَّىٰ
أُلْقِيَ فِي النَّارِ. وَرَجُلٌ تَعَلَّمَ الْعِلْمَ وَعَلَّمَهُ
وَقَرَأَ الْقُرْآنَ. فَأُتِيَ بِهِ. فَعَرَّفَهُ نِعَمَهُ فَعَرَفَهَا.
قَالَ: فَمَا عَمِلْتَ فِيهَا؟ قَالَ: تَعَلَّمْتُ الْعِلْمَ وَعَلَّمْتُهُ
وَقَرَأْتُ فِيكَ الْقُرْآنَ. قَالَ: كَذَبْتَ وَلَـٰكِنَّكَ
تَعَلَّمْتَ الْعِلْمَ لِيُقَالَ عَالِمٌ. وَقَرَأْتَ الْقُرْآنَ
لِيُقَالَ هُوَ قَارِىءٌ. فَقَدْ قِيلَ. ثُمَّ أُمِرَ بِهِ فَسُحِبَ عَلَىٰ وَجْهِهِ حَتَّىٰ
أُلْقِيَ فِي النَّارِ. وَرَجُلٌ وَسَّعَ اللّهُ عَلَيْهِ وَأَعْطَاهُ
مِنْ أَصْنَافِ الْمَالِ كُلِّهِ. فَأُتِيَ بِهِ فَعَرَّفَهُ نِعَمَهُ
فَعَرَفَهَا. قَالَ: فَمَا عَمِلْتَ فِيهَا؟ قَالَ: مَا تَرَكْتُ مِنْ
سَبِيلٍ تُحِبُّ أَنْ يُنْفَقَ فِيهَا إلاَّ أَنْفَقْتُ فِيهَا لَكَ.
قَالَ: كَذَبْتَ. وَلَـٰكِنَّكَ فَعَلْتَ لِيُقَالَ هُوَ جَوَادٌ. فَقَدْ قِيلَ. ثُمَّ أُمِرَ بِهِ فَسُحِبَ عَلَىٰ وَجْهِهِ. ثُمَّ أُلْقِيَ فِي النَّارِ
(1) Orang yang mati syahid.
Ia didatangkan lalu diperkenalkan nikmat-nikmatnya, maka ia pun
mengenalnya. Selanjutnya Allah bertanya, ‘Apa yang engkau perbuat dengan
nikmat-nikmat tadi?’ Ia menjawab, ‘Aku berperang di jalan-Mu hingga
terbunuh.’ Allah berkata, ‘Engkau dusta! Engkau berperang supaya disebut
pemberani, dan itu sudah terealisir. Lalu diperintahkan agar ia
diseret atas wajahnya, hingga dilemparkan ke neraka.
(2) Orang yang mempelajari ilmu, mengajarkannya, dan membaca al-Qur’ān.
Ia didatangkan lalu diperkenalkan nikmat-nikmatnya, maka ia pun
mengenalnya. Selanjutnya Allah bertanya, ‘Apa yang engkau perbuat dengan
nikmat-nikmat tadi?’ Ia menjawab, ‘Aku mempelajari ilmu di jalan-Mu
dan akupun mengajarkannya, serta aku membaca al-Qur’ān di jalan-Mu.’
Allah berkata, ‘Engkau dusta! Engkau belajar supaya disebut `alim, dan
itu sudah terealisir. Engkau juga membaca al-Qur’ān supaya disebut dia
qāri’ dan hal itu sudah terealisir.’ Lalu diperintahkan agar ia diseret
atas wajahnya, hingga dilemparkan ke neraka.
(3) Orang yang diberi kelapangan oleh Allah dan diberikan segala jenis harta.
Ia didatangkan lalu diperkenalkan nikmat-nikmatnya, maka ia pun
mengenalnya. Selanjutnya Allah bertanya, ‘Apa yang engkau perbuat dengan
nikmat-nikmat tadi?’ Ia menjawab, ‘Tidaklah ada suatu sarana yang
Engkau suka agar diinfakkan di dalamnya melainkan aku berinfak di
dalamnya untuk-Mu.’ Allah berkata, ‘Engkau dusta! Engkau melakukannya
supaya disebut dermawan, dan hal itu sudah terealisir.’ Lalu
diperintahkan agar ia diseret atas wajahnya, hingga dilemparkan ke
neraka.” [Riwayat Muslim III/1304/1678.]
-bersambung insyaAllah-

Tidak ada komentar:
Posting Komentar