Bismillah..
“wah.. itu bolu buat siapa? ” tanyaku pada seorang teman
yang sedang sibuk duduk di samping bolu berwarna pink itu. “ini si meli ultah”
jawabnya. “oh… “ jawabku sambil berlalu. “eh.. kamu tega bgt deh masa gatau si meli ultah ?
padahal kan kemaren kamu duduk bareng terus sama dia,buka-buka fb bareng
pula?”,lihat hari ultahnya malah ! “ ucapku temanku yang berkulit hitam itu.
Dan aku hanya menjawab dengan senyuman “hehe. Oh…” .
Setiap kali ada temanku yang ultah aku bingung harus berbuat
apa? Loh kok bingung ? . iya
bingung hatiku merasakan bahwa hal itu
batil dan tidak di perintahkan oleh Allah dan RasulNya dan hal itu pun merupakan bentuk tasabuh kita
kepada orang – orang kafir. Tapi kalo ngga ngucapin selamat, kalian malah
nyangka aku aneh ?? kalian malah nyangka aku ngga solid. Hal itulah yang
membuat ku sulit untuk istiqomah dalam berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan
sunnah..
Tapi haruskah aku ikut ? haruskah aku ikut dengan
ajaran-ajaran yang membuat Rabb ku murka ?? haruskah aku ikut kedalam
kebahagiaan semu yang pastinya hanya sesaat dan dalam hitungan detik pun dapat
sirna ? . Kadang aku ingin berkata disaat hari kelahiran kalian dirayakan oleh
teman-teman dekat,oleh teman-teman sekelas aku ingin berucap “Maafkanlah aku
tak ikut ber happy happy dalam pesta yang kuat buat.. maaf,bukan karena aku tak
solider,maaf bukan karena aku tak menganggapmu teman, maaf dan maaf.. aku
seperti ini karena aku lebih memilih cinta Rabb ku dari pada mengikuti perayaan
yang menjadikan kita seperti mereka (org kafir)”..
Maaf aku tak ingin membuatmu kecewa di akhirat wahai sahabatku,wahai
temanku, maaf aku tak ingin pertemanan kita hanya dihiasi oleh hal-hal yang
bersifat keduniawian yang semu dan fana. Aku ingin menjadi teman dan sahabat mu
yang berarti tak hanya di dunia tapi di akhirat pun aku ingin diriku dan dirimu
berarti..
Wahai temanku tercinta.. bila memang aku sering
mengecewakanmu karena akhlak ku yang belum indah dan baik , maafkanlah aku.. Maafkanlah
aku karena aku pun bukan manusia yang sempurna dan suci.. karena aku merasa dan sadar bahwa aku ini
sangatlah dhoif (lemah). Maka saat ini masih hanya mampu menerapkan
selemah-lemahnya iman pada diriku yaitu “meyakini bahwa hal itu buruk,dan aku
hanya masih mampu berdakwah kepada diriku sendiri dan orang –orang terdekatku”
Kuharap dirimu tak membenciku karena aku berusaha bertahan dengan
keimananku yang masih lemah ini. Semoga suatu saat dirimu membaca surat kecilku
ini, permohonan maafku untuk kalian wahai teman-temanku,sahabat-sahabatku,dan
saudara-saudaraku.. bila aku tak pernah dan tak akan pernah mengucapkan “HBD or
met milad’” padamu.
Aku mencintaimu karena Allah wahai sahabatku. Semoga kita
selalu dalam naungan kasih saying Allah. (amiin)
Wallahu a’lamu bi al - showaab

Tidak ada komentar:
Posting Komentar