Kamis, 12 April 2012

Haruskah aku ikut ?


Bismillah..
“wah.. itu bolu buat siapa? ” tanyaku pada seorang teman yang sedang sibuk duduk di samping bolu berwarna pink itu. “ini si meli ultah” jawabnya. “oh… “ jawabku sambil berlalu. “eh.. kamu  tega bgt deh masa gatau si meli ultah ? padahal kan kemaren kamu duduk bareng terus sama dia,buka-buka fb bareng pula?”,lihat hari ultahnya malah ! “ ucapku temanku yang berkulit hitam itu. Dan aku hanya menjawab dengan senyuman “hehe. Oh…” .
Setiap kali ada temanku yang ultah aku bingung harus berbuat apa?  Loh kok bingung ? . iya bingung  hatiku merasakan bahwa hal itu batil dan tidak di perintahkan oleh Allah dan RasulNya dan  hal itu pun merupakan bentuk tasabuh kita kepada orang – orang kafir. Tapi kalo ngga ngucapin selamat, kalian malah nyangka aku aneh ?? kalian malah nyangka aku ngga solid. Hal itulah yang membuat ku sulit untuk istiqomah dalam berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan sunnah..
Tapi haruskah aku ikut ? haruskah aku ikut dengan ajaran-ajaran yang membuat Rabb ku murka ?? haruskah aku ikut kedalam kebahagiaan semu yang pastinya hanya sesaat dan dalam hitungan detik pun dapat sirna ? . Kadang aku ingin berkata disaat hari kelahiran kalian dirayakan oleh teman-teman dekat,oleh teman-teman sekelas aku ingin berucap “Maafkanlah aku tak ikut ber happy happy dalam pesta yang kuat buat.. maaf,bukan karena aku tak solider,maaf bukan karena aku tak menganggapmu teman, maaf dan maaf.. aku seperti ini karena aku lebih memilih cinta Rabb ku dari pada mengikuti perayaan yang menjadikan kita seperti mereka (org kafir)”..
Maaf aku tak ingin membuatmu kecewa di akhirat wahai sahabatku,wahai temanku, maaf aku tak ingin pertemanan kita hanya dihiasi oleh hal-hal yang bersifat keduniawian yang semu dan fana. Aku ingin menjadi teman dan sahabat mu yang berarti tak hanya di dunia tapi di akhirat pun aku ingin diriku dan dirimu berarti..
Wahai temanku tercinta.. bila memang aku sering mengecewakanmu karena akhlak ku yang belum indah dan baik , maafkanlah aku.. Maafkanlah aku karena aku pun bukan manusia yang sempurna dan suci..  karena aku merasa dan sadar bahwa aku ini sangatlah dhoif (lemah). Maka saat ini masih hanya mampu menerapkan selemah-lemahnya iman pada diriku yaitu “meyakini bahwa hal itu buruk,dan aku hanya masih mampu berdakwah kepada diriku sendiri dan orang –orang  terdekatku”
Kuharap dirimu tak membenciku karena aku berusaha bertahan dengan keimananku yang masih lemah ini. Semoga suatu saat dirimu membaca surat kecilku ini, permohonan maafku untuk kalian wahai teman-temanku,sahabat-sahabatku,dan saudara-saudaraku.. bila aku tak pernah dan tak akan pernah mengucapkan “HBD or met milad’” padamu.
Aku mencintaimu karena Allah wahai sahabatku. Semoga kita selalu dalam naungan kasih saying Allah. (amiin)
Wallahu a’lamu bi al - showaab

Tidak ada komentar:

Posting Komentar