Kamis, 12 April 2012

Merah jambu tapi kelabu


Bismillah..
Hari ini tiba-tiba aku teringat tentang seorang teman. Teman dunia maya aku, berawal kami kenal lewat sebuah notes yang ia share kepada salah seorang teman yang kebetulan teman bersama kami dalam jejaring sosial tersebut.
Hari itu aku berkomentar pada notes nya “afwan izin share notenya” ucapku pada note tersebut. Kemudian ia pun membalas “na’am tafadholi ya ukhti..” . 
Berawal dari notes tersebut akhirnya kami saling add dan konfirm hingga akhirnya berteman. Kemudian hari semakin hari kami saling like dan like status masing masing. Saling retweet dan akhirnya mention dan saling berkomentar menyinggahi alamat jejaring sosial dia dan aku.
Entah apa saja yang kami bicarakan, ya mulai tentang keadaan eskul kami yang kebetulan sama (DKM & ROHIS) , buku yang kami baca, kebiasaan,pelajaran, sekolah,dll. Kejadian ini berlanjut dan berlangsung  selama 7 bulan terakhir ini ,hingga 1 minggu yang lalu. Dalam hati aku merasa,merasakan suatu perasaan yang aneh! (loh kok aneh ?) iya aneh bgt, setiap buka jejaring sosial pasti nama dia yang pertama aku buka. Setiap aku online pasti nama dia yang aku cari di direct message,mention,ataupun di setiap status yang aku miliki.. aku mencari namanya “aduh.. dia nge like ngga ya ? dia ngirim komentar ngga ya ? dia mention ngga ya ?”
Ya Allah.. dari sini aku semakin merasa bahwa aku ini payah bgt,payaaaahhh bgt mau maunya di kalahin sama godaan syetan mau mau nya masuk dan terperangkap dalam perangkan syaiton ! kenal dia baru lewat ucap-ucap semu,kenal dia baru beberapa bulan dan belum bisa di bilang setahun. Tapi ? tapi ? kami begitu akrabnya ?? Innalillahi…
Semenjak hari itu hari dimana aku seperti di kejar-kejar perasaan bersalah dan galau ngga karuan.. aku merasa semakin ingin terus ngobrol dengan nya, tapi disisi lain aku semakin ingin menghindarinya karena ada rasa gelisah karena aku malu kepada Sang Pencipta  .. di saat itu pula Allah menegurku !
Allah menegurku dengan memperlihatkan sifat aslinya ,sifat yang belum pernah terlihat olehku disaat ia  mulai berkenalan denganku dan hari itu, aku melihat (di akun miliknya) iya mampir ke akun akhwat yang yang kebetulan aku pun kenal dengannya.. ia bisa di bilang lebih akhwat/ lebih berilmu  dari pada aku. Dia dan si fulanah sedang asik ngobrol, pake cekikikan segala pula -__-“ masyaAllah..
Sebenernya sih udah biasa ngelihat hal yang seperti itu tapi ? ini kok ngga biasa ya ? jelas bgt aku ngerasa ngga biasa,karena selama aku ngobrol dengannya aku ngga pernah sampe cekikikan kayak gitu,aku ngga pernah balas balasan emoticon emoticon (contoh : ^^ / J / L ) . aku bisa sampai terpesona seperti ini karena aku fikir dia udah lebih faham,aku fikir dia lebih ikhwan bgt,aku fikir dan aku fikir aku selalu berfikiran baik tentang dia aku selalu berfikir dia sempurna aku selalu berfikir dia tak punya celah ,dan segala hal yang baik-baik selalu aku prasangka padanya. ntah lah kenapa mungkin virus-virus merah jambu itu telah mengenai hati ini ? Astagfirullah..
Dari hal ini ada hal yang dapat aku ambil hikmahnya, bahwa cinta yang tak halal tak akan menimbulkan kebahagiaan yang indah. Dan justru akan menimbulkan rasa perih yang tak karukaruan.
Selain hal itu yang dapat dirasakan dari cinta yang belum halal, hal lain nya pun dapat timbul.. seperti fitnah diantara si fulan dan si fulanah ! . dan akan menghilangkan rasa malu di antara keduanya, akan membuat penyakit-penyakit hati timbul ketika dia dekat dengan yang lain (apa itu ?) ya itulah rasa cemburu,dan yang pasti rasa cemburu yang tak halal !!.
Ya Rabbi mungkin aku pernah melalui masa-masa buram dan suram , yang menjauhkan ku dari diriMu. Menjauhkan ku dari kecintaanku kepadaMu.. Ya Rabb, karena aku belum halal untuknya karena aku belum menjadi siapa-siapa untuknya.. izinkan ku selipkan doaku untuknya.. izinkan aku mendoakannya sebagai sesama muslim, agar tak ada rasa yang tak halal dalam hati ini Ya Rabb.. bila Engkau izinkan kami bertemu lagi suatu saat nanti, berikanlah kami jalan yang terbaik untuk kami untuk kebahagiaan kami di dunia dan akhirat..
Ya Rabbi, sungguh aku tak ingin terjerat dalam godaan syetan ini. Kuatkan keimanan kami Ya Rabb dalam mencari cinta yang halal, dan menjauhi syubhat-syubhat yang menjerat diri kami dalam keharaman yang menghantar kami ke dalam murka Mu. (naudzubillah..)
Wallahu a’lamu bi al - showaab

(kisah seorang teman, dengan penokohan tokoh 'aku' sebagi tokoh utama)

1 komentar: