Hari ini tiba-tiba aku teringat tentang seorang teman. Teman
dunia maya aku, berawal kami kenal lewat sebuah notes yang ia share kepada
salah seorang teman yang kebetulan teman bersama kami dalam jejaring sosial
tersebut.
Hari itu aku berkomentar pada notes nya “afwan izin share
notenya” ucapku pada note tersebut. Kemudian ia pun membalas “na’am tafadholi
ya ukhti..” .
Berawal dari notes tersebut akhirnya kami saling add dan
konfirm hingga akhirnya berteman. Kemudian hari semakin hari kami saling like
dan like status masing masing. Saling retweet dan akhirnya mention dan saling
berkomentar menyinggahi alamat jejaring sosial dia dan aku.
Entah apa saja yang kami bicarakan, ya mulai tentang keadaan
eskul kami yang kebetulan sama (DKM & ROHIS) , buku yang kami baca,
kebiasaan,pelajaran, sekolah,dll. Kejadian ini berlanjut dan berlangsung selama 7 bulan terakhir ini ,hingga 1 minggu
yang lalu. Dalam hati aku merasa,merasakan suatu perasaan yang aneh! (loh kok
aneh ?) iya aneh bgt, setiap buka jejaring sosial pasti nama dia yang pertama
aku buka. Setiap aku online pasti nama dia yang aku cari di direct
message,mention,ataupun di setiap status yang aku miliki.. aku mencari namanya
“aduh.. dia nge like ngga ya ? dia ngirim komentar ngga ya ? dia mention ngga
ya ?”
Ya Allah.. dari sini aku semakin merasa bahwa aku ini payah
bgt,payaaaahhh bgt mau maunya di kalahin sama godaan syetan mau mau nya masuk
dan terperangkap dalam perangkan syaiton ! kenal dia baru lewat ucap-ucap
semu,kenal dia baru beberapa bulan dan belum bisa di bilang setahun. Tapi ?
tapi ? kami begitu akrabnya ?? Innalillahi…
Semenjak hari itu hari dimana aku seperti di kejar-kejar
perasaan bersalah dan galau ngga karuan.. aku merasa semakin ingin terus
ngobrol dengan nya, tapi disisi lain aku semakin ingin menghindarinya karena
ada rasa gelisah karena aku malu kepada Sang Pencipta .. di saat itu pula Allah menegurku !
Allah menegurku dengan memperlihatkan sifat aslinya ,sifat
yang belum pernah terlihat olehku disaat ia
mulai berkenalan denganku dan hari itu, aku melihat (di akun miliknya)
iya mampir ke akun akhwat yang yang kebetulan aku pun kenal dengannya.. ia bisa
di bilang lebih akhwat/ lebih berilmu dari pada aku. Dia dan si fulanah sedang asik
ngobrol, pake cekikikan segala pula -__-“ masyaAllah..
Sebenernya sih udah biasa ngelihat hal yang seperti itu tapi
? ini kok ngga biasa ya ? jelas bgt aku ngerasa ngga biasa,karena selama aku
ngobrol dengannya aku ngga pernah sampe cekikikan kayak gitu,aku ngga pernah balas
balasan emoticon emoticon (contoh : ^^ / J
/ L ) . aku bisa sampai
terpesona seperti ini karena aku fikir dia udah lebih faham,aku fikir dia lebih
ikhwan bgt,aku fikir dan aku fikir aku selalu berfikiran baik tentang dia aku
selalu berfikir dia sempurna aku selalu berfikir dia tak punya celah ,dan
segala hal yang baik-baik selalu aku prasangka padanya. ntah lah kenapa mungkin
virus-virus merah jambu itu telah mengenai hati ini ? Astagfirullah..
Dari hal ini ada hal yang dapat aku ambil hikmahnya, bahwa cinta
yang tak halal tak akan menimbulkan kebahagiaan yang indah. Dan justru akan
menimbulkan rasa perih yang tak karukaruan.
Selain hal itu yang dapat dirasakan dari cinta yang belum
halal, hal lain nya pun dapat timbul.. seperti fitnah diantara si fulan dan si
fulanah ! . dan akan menghilangkan rasa malu di antara keduanya, akan membuat
penyakit-penyakit hati timbul ketika dia dekat dengan yang lain (apa itu ?) ya
itulah rasa cemburu,dan yang pasti rasa cemburu yang tak halal !!.
Ya Rabbi mungkin aku pernah melalui masa-masa buram dan
suram , yang menjauhkan ku dari diriMu. Menjauhkan ku dari kecintaanku
kepadaMu.. Ya Rabb, karena aku belum halal untuknya karena aku belum menjadi
siapa-siapa untuknya.. izinkan ku selipkan doaku untuknya.. izinkan aku mendoakannya
sebagai sesama muslim, agar tak ada rasa yang tak halal dalam hati ini Ya
Rabb.. bila Engkau izinkan kami bertemu lagi suatu saat nanti, berikanlah kami
jalan yang terbaik untuk kami untuk kebahagiaan kami di dunia dan akhirat..
Ya Rabbi, sungguh aku tak ingin terjerat dalam godaan syetan
ini. Kuatkan keimanan kami Ya Rabb dalam mencari cinta yang halal, dan menjauhi
syubhat-syubhat yang menjerat diri kami dalam keharaman yang menghantar kami ke
dalam murka Mu. (naudzubillah..)
Wallahu a’lamu bi al - showaab
(kisah seorang teman, dengan penokohan tokoh 'aku' sebagi tokoh utama)

jangan lupa kunjungi aufatokomuslim.blogspot.com yaa (^_^)
BalasHapus